Writen by
Unknown
Selasa, Januari 12, 2016
-
0
Comments
Judi Poker Online - LAIN ladang, lain belalang. Mungkin inilah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan sistem prostitusi di berbagai negara di dunia. Ada yang melarang keras, ada juga yang membiarkan warganya hidup dari profesi tersebut.
Berbeda dengan negara-negara lain yang pekerja seks komersil (PSK)-nya bekerja dalam bayangan, tersembunyi dan rahasia. Australia membiarkan para pekerja seksualnya hidup bebas di bawah terangnya sinar mentari. Mereka bebas mengatakan kepada dunia bahwa inilah saya, pekerjaan saya dan bangga akannya. Di Negeri Kangguru, penjaja seks bukan pekerjaan yang tabu, keluarga dan kerabat pun mendukung mereka.
Meski begitu, jumlah PSK di benua terkecil di dunia ini ternyata paling sedikit di dunia, yakni hanya sekira 1.000 orang. Dan baru ratusan orang yang berani mengumbar jati diri mereka ke publik melalui sosial media.
“Mahasiswi, pengacara bercita-cita tinggi, aktivis, anak perempuan, saudara perempuan, PSK. Itulah saya. Saya tidak perlu diselamatkan,” seru Tilly Lawless (21), pekerja tuna susila yang hendak menunjukkan sisi lain kehidupan para pelaku prostitusi. Sebagaimana dikutip dari BBC, Rabu (13/1/2016).
Pernyataan di atas dikeluarkan Lawless sebagai bentuk protes atas artikel majalah perempuan di Australia, Mamamia, yang menyatakan bahwa kehidupan PSK dalam dunia nyata jauh lebih buruk dari yang ada dalam film-film. Majalah itu mengutarakan, pekerja tuna susila dimanapun di dunia mendapat berbagai diskriminasi dan terancam kekerasan.
By : Judi Poker Online


Tidak ada komentar
Posting Komentar